Selasa, 18 Desember 2018

sumber berita

Kita masih di dunia jurnalisme dimana saya akan menjelaskan tentang sumber berita. 
Pada hakikatnya Sumber berita adalah detak jantung dari jurnalisme. Kunci agar karir dapat menanjak terletak pada networking, sehingga penting sekali bagi para jurnalis untuk menjaga kontak dan hubungan dengan para sumber.
1. Observasi Langsung
Sumber ini paling meyakinkan para konsumen berita, karena para jurnalis mengamati secara langsung peristiwa yang terjadi. Terdapat kepercayaan yang besar dari perusahaan media dan konsumen kepada para jurnalis dalam menghimpun fakta melalui observasi. 
Langkah ini dapat dilakukan dengan yang disebut sebagai cover both sides di mana suatu isu bisa melibatkan dua sampai lebih banyak pihak—sekarang bisa disebut juga sebagai cover all sides. Hal ini dilakukan agar dapat memverifikasi data yang diperoleh.
2. Sistem Beat
 
Sistem ini mengarahkan para jurnalisnya untuk memegang bidang tertentu. Pembagian ini bisa berdasarkan wilayah atau bidang-bidang dalam suatu media, contohnya bidang politik, hukum, olahraga,entertainment, metropolitan, atau ekonomi. Bahkan, dari bidang-bidang tersebut bisa diperkecil lagi, 
3. Narasumber
Dimana seorang jurnalistik harus diperhatikan saat mewawancarai narasumber adalah pastikan sumber yang diwawancara itu memenuhi syarat, seperti kredibel dan dapat dipercaya. Berlaku juga jika mengambil sumber dari referensi, karena bisa saja sumber referensi itu sudah tidak relevan karena adanya perkembangan seiringnya waktu.
4. Wawancara
 
Terdapat tiga prinsip dasar dari wawancara, yaitu:
  1. Wawancara pada dasarnya adalah perbincangan antara dua pihak untuk mendapatkan informasi yang akan disampaikan kepada publik. Pembicaraan ini merupakan pertukaran informasi yang bisa memunculkan suatu kebenaran.
  2. Bukan berarti jurnalis menjadi banyak bicara saat wawancara. Justru yang seharusnya banyak bicara adalah yang diwawancara karena orang tersebut yang memiliki informasi yang jurnalis inginkan. Menjadi tugas jurnalis untuk menggali informasi tersebut lewat wawancara.
  3. Jurnalis dianjurkan agar menjadi ahli setelah mewawancarai narasumber terhadap suatu topik tertentu. Dalam hal ini, jurnalis dengan narasumber harus sama-sama terbuka dan berterus terang agar keduanya sama-sama mendapatkan keuntungan.
Selain ketiga hal di atas, kunci yang harus diingat jurnalis untuk bisa melakukan wawancara yang baik adalah mendengarkan narasumber dengan baik. Selain itu seorang jurnalis maupun narasumber memiliki gaya bertanya dan menjawab yang berbeda. Maka dari itu dibutuhkan kemampuan yang lebih bagi jurnalis untuk memahami sifat dan karakter dari narasumber. Jangan lupa untuk menanyakan pertanyaan klimaks di pertanyaan terakhir. 
Nama : m rif'an
Nim.   : 1740210054

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Si hijau pengaman kampus    Si Hijau atau sering kita sebut satpam merupakan orang yg pakaiannya menggunakan rompi hijaunya, yang tugas...